Bab 38 – Histeroskopi Operatif

Bab 38 – Histeroskopi Operatif

Histeroskopi Operatif adalah saat dimana melakukan operasi dengan menggunakan histeroskop.

Indikasi untuk melakukan histeroskopi operatif

  1. Fibroid

    Fibroid submukosa dapat direseksi ( diangkat ) dengan
    histeroskopi operatif ( Bab 40 ).

  2. Polip

    Pertumbuhan kecil yang berkembang di lapisan dalam rahim yang dapat menyebabkan menstruasi yang tidak teratur dan berat ( Bab 6 ).

  3. Adhesi Intrauterin

    Jaringan parut pada rongga rahim yang dapat menyebabkan absen menstruasi atau infertilitas ( Bab 40 ).

  4. Alat Kontrasepsi Intrauterin yang lepas ( IUCD )

    IUCD mungkin bisa hilang / lepas dan ini dapat diambil dengan histeroskopi ( Gambar 37.1 ).

  5. Obstruksi tuba falopi

    Saat tuba falopi tersumbat dan terlihat melalui histerosalpingogram ( HSG ), histeroskopi dapat dilakukan dan tuba falopi dapat di kanulasi (g) agar dapat membuka tuba yang tersumbat dan dapat dilakukan dengan bantuan laparoskopi ( Gambar 40.5, 40.6 dan 40.7 ).

  6. Septate uterus

    Septate uterus dapat menyebabkan keguguran yang berulang. Histeroskopi dapat dilakukan untuk memotong sepate uterus ini ( Gambar 40.3 dan Gambar 40.4) ).

Persiapan pra operasi

Pada beberapa pasien suntikan pra operasi analog GnRH ( hormon pelepas gonadotropin ) dapat diberikan untuk 1 – 3 bulan sebelum operasi. Pada pasien yang diyakini Os serviksnya sempit, misoprostol dapat ditempatkan di vagina selama beberapa jam sebelum operasi untuk dapat melemahkan Os serviks sehingga dapat di dilatasikan dengan mudah.

Bagaimana Histeroskopi Operatif dilakukan ?

Histeroskopi operatif dapat dilakukan dibawah anestesi spinal atau umum. Keuntungan dari melakukan prosedur dibawah anestesi spinal adalah pasien tetap terjaga dan komplikasi seperti kelebihan cairan ( misalnya batuk ) dapat di deteksi lebih awal. Selama prosedur, pasien akan ditempatkan dengan posisi litotomi ( kaki ke atas dan terpisah ) sehingga dokter bedah dapat mengakses vagina. Perineum dan vagina dibersihkan dengan larutan antiseptik dan drape digunakan untuk menutupi kaki dan perut, hanya perineum yang di ekspose. Serviks ditahan dengan alat dan Os serviks akan di dilatasi untuk memungkinkan lewatnya histeroskopi operatif ( diameter dari histeroskop operatif lebih besar dibandingkan dengan diameter histeroskop diagnostik ). Kemudian dokter bedah melakukan operasi sambil melihat pada monitor. Saat operasi dilakukan dibawah anestesi spinal, dokter anestesi atau perawat akan terus mengajak pasien bicara. Di akhir operasi, kaki akan diturunkan dan pasien akan dikembalikan ke bangsalnya. Jika operasi dilakukan di bawah anestesi spinal, pasien akan mengalami kurangnya rasa pada anggota tubuh bagian bawah selama 6 jam, setelah itu pasien dapat diperbolehkan pulang.

Keuntungan dari Histeroskopi Operatif

Hanya pada beberapa kondisi di mana operasi dapat dilakukan dengan menggunakan histeroskop akan tetapi jika operasi ini dilakukan dengan cara ini. pasien memiliki beberapa manfaat, diantaranya adalah :

1. Tidak adanya sayatan perut

Baik miomektomi dengan laparoskopi maupun dengan laparotomi, pembentukan bekas luka pada perut akan dihasilkan. Dalam histeroskopi tidak akan ada bekas luka yang terbentuk saat reseksi fibroid.

2. Tidak adanya sayatan atau bekas luka di rahim

Pada miomektomi yang dilakukan dengan laparoskopi atau
laparotomi, satu sayatan atau lebih dibuat di rahim untuk pengangkatan fibroid. Sayatan seperti itu akan meninggalkan bekas luka pada rahim. Adanya bekas luka dapat membuat kontraindikasi untuk persalinan secara normal dan pasien harus menjalani persalinan melalui caesar. Saat dilakukannya reseksi fibroid dengan histeroskopi, tidak ada bekas luka pada rahim sehingga ketika pasien hamil, pasien akan dapat menjalani persalinan secara normal.

3. Waktu Operasi

Prosedur ini dapat dilakukan dengan singkat. Pasien akan
normal dengan cepat setelah operasi , dan pasien biasanya bisa kembali bekerja atau beraktifitas pada keesokan harinya.

Ringkasan

Histeroskopi operatif dilakukan di bawah anestesi spinal / epidurial atau umum. Histeroskopi operatif memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan operasi yang dilakukan dengan laparotomi atau laparoskopi.

KONTENT

Copyrights © 2024 Selva’s Fertility, Obsterics & Gynaecology Clinic. All Rights Reserved.