Bab 23 – Bedah Laparoskopi untuk Sindrom Ovarium Polikistik

Bab 23 – Bedah Laparoskopi untuk Sindrom Ovarium Polikistik

Pengeboran Ovarium Laparoskopi

Operasi ini telah dianjurkan untuk penyakit ovarium polikistik dan dilakukan pada wanita yang telah mengalami penurunan berat badan dan telah meminum obat-obatan untuk kesuburan tetapi masih belum dapat berovulasi. Maksud dan tujuan dari operasi ini adalah untuk menghancurkan kapsul ovarium yang akan mengurangi produksi androgen (g) ( hormon pria ) dan bisa menyebabkan ovulasi dan kehamilan.

Bagaimana cara kerjanya ?

Operasi ini biasanya dilakukan dengan 3 sayatan. Sayatan yang pertama ada di umbilikus untuk menempatkan laparoskop. Sayatan yang kedua adalah untuk memasukkan grasper guna menahan ovarium dan yang ketiga adalah untuk memasukkan jarum “ pin tipis”diatermi. Alat ini digunakan untuk “mengebor” lubang ovarium dengan menggunakan arus listrik. Jumlah lubang yang telah dibuat berbeda, berkisar dari 4 hingga 12. Durasi dari setiap pengeboran beberapa detik. Operasi ini juga dapat dilakukan dengan menggunakan laser.

Gambar 23.1 Gambar menunjukkan bagaimana pengeboran ovarium laparoskopi dilakukan

Keuntungan

Keuntungan dari teknik operasi ini adalah mudah untuk dilakukan dan tingkat ovulasi yang dapat dilaporkan pasca operasi adalah 80% dan tingkat kehamilan 50%.

Kerugian

Terdapatnya resiko jaringan parut di rahim, pembentukan adhesi dan kerusakan rahim dan pasokan darahnya yang menyebabkan kegagalan rahim prematur.

Gambar 23.2 Foto menunjukkan Pengeboran Ovarium Laparoskopi
Simak Video 23.1
Bedah laparoskopi untuk sindrom ovarium polikistik

Ringkasan

Pengeboran ovarium laparoskopi merupakan salah satu pilihan yang sering dipertimbangkan untuk pengobatan ovarium polikistik. Operasi ini merupakan operasi yang mudah untuk dilakukan akan tetapi memiliki resiko rahim prematur.

KONTENT

Copyrights © 2020 Selva's Fertility, Obsterics & Gynaecology Clinic. All Rights Reserved.